enrique

Barca Pesta, Enrique Cedera

Enrique

Barcelona menjadi tim pertama yang yang mampu membalikan keadaan setelah tertinggal empat gol di liga champions. Tak ayal,Luis Enrique yang telah menyatakan musim ini sebagai musim terakhirnya melatih Lod Azulgrana, melakukan selebrasi dilapangan setelah peluit panjang, dan timnya mencatat agregat 6-5 atas Paris Saint German, Rabu (8/3).

Namun ia tak mempersoalkan cederra dibagian ligamennya itu, dan justru menegaskan kegembiraannya mengalahkan rasa sakit dilututnya. “Saya memang mengalami cedera di ligamen saat masuk ke lapangan, tapi ini tetap saja bukan hal sia sia,” katanya di depan pers.”Saya menjatuhkan diri dengan lutut. Tidak apa-apa,sebab saya dapat melihat bahwa masih banyak (penggemar ) yang belum berhenti untuk percaya kepada kami.”

Kegembiraan besar Enrique pun tak lepas dari catatan brilian Barca bersamanya. Kini klub Katalunya tersebut mencatat rekor lolos keperempat final Liga Champions untuk kali ke 10 secara berturut turut. Kali terakhir mereka absen di babak perempat final adalah musim 2006/07, setelah kalah dari Liverpool. Tumbang 1-2 di Camp Nou, Barca yang saat  itu dilatih Frank Rijkaard gagal membalikan kedudukan meski di Anfield sempat mencetak satu gol lewat Eidur Gudjohnsen.

Selama 10 musim ini Barca pun lolos ke semifinal sebanyak empat kali pada 2008,2010,2012,dan 2013. Tiga kali diantaranya berakhir dengna gelar Liga Champions pada 2009, 2011, dan  2015. Sepanjang periode itu Barca hanya tereliminasi di perempat final dua kali, tepatnya saat menghadapi Atletico Madrid pada 2011 dan 2016.

Dengan remontada atas PSG,Barca juga memperpanjang kemenangan beruntun di kandang sendiri di ajang Liga Champions sejak ditangani Enrique. Sebelumnya, rekor kemenangan terbanyak mereka hanya sembilan kali beruntun yang terjadi pada 2009/10 dan musim 2010/11. Rekor itu terhenti dengan hasil 1-1 saat lawan Real Madrid di leg kedua semifinal yang memastikan Barca lolos ke Wembley.

Catatan 15 kemenangan yang dicatat Barcelona asuhan Enrique sejatinya telah dimulai setelah era Gerardo Martino yang diimbangi Atetico 1-1 di perempat final Liga Champions 2013/14. Itu menjadi catatan imbang pertama sejak kekalahan sebelumnya di Camp Nou pada ajang Eropa tersebut, 0-3, saat menghadapi Bayern Munchen di semifinal 1 Mei 2013.

Enrique sendiri melihat catatan tersebut adalah hasil dari keyakinan timnya.”Apa yang paling mewakili hasil malam ini adalah keyakinan,” kata pelatih  Madrid dan juga Barcelona itu. “Di atas semuanya, ini adalah kemenangan karena keyakinan. Keyakinan itu diperlihatkan pemain, dan juga ditunjukan oleh penggemar. Saya hanya pernah melihat suasana di stadion seperti ini sekali, dan itu hanya saat saya masih jadi pemain.”

Pelatih itu menjelaskan juga kenapa ia terlibat sangat gembira hinga tanpa sadar membuat dirinya cedera. “Biasanya, dalam 10 menit terakhir, orang orang sudah meninggalkan stadion, tapi kali ini mereka tidak melakukan itu, tetap di tribun hingga laga berakhir, kalau pun ada yang tetap pergi sebelum selesai pertandingan, mereka kehilangan sebuah momen bersejarah. Ini malam spesial bagi kami,” katanya lagi.

Lebih lanjut, dia juga sempat menyebutkan rencananya untuk mengadakan pesta bersama timnya, untuk merayakan rekor dan sejarah yang baru dicatat. Namun dia menegaskan, rencana itu terpaksa dibatalkan karena pasukannya harus kembali bekerja, melakukan persiapan menghadapi pertandingan La liga di kandang Deportivo La Coruna, akhir pekan ini.